POKER88TERPERCAYA - Rombongan kerajaan sunda sudah tiba di dermaga bubat. Letaknya tak jauh dari sungai jetis, di utara trowulan, ibu kota kerajaan majapahit. Mereka datang untuk mengawinkan sang putri, dyah pitaloka dengan hayam wuruk, raja majapahit.
Barang-brang pun segera diturunkan dari kapal. Oleh para prajurit majapahit, barang-barang itu diangkut ke bangsal paseban. Barang-barang pun segera diturunkan dari kapal. Oleh para prajurit majapahit, barang-barang itu diangkut ke bangsal paseban. Barang-barang kami jangan disimpan di paseban! tegur salah seorang patih sunda tiba-tiba. Memang kenapa ? tanya prajurit keheranan.
Paseban itu hanya untuk menyimpan upeti dari daerah jajahan, " kata sang patih. Meski sudah ditegur, barang bawaan orang sunda itu tetap disimpan di paseban. Bagaimanapun begitulah perintah yang para prajurit majapahit itu terima. Seba itu artinya pajak. Paseban itu tempat menaruh pajak dari daerah jajahan. Orang sunda tidak terima. Sunda kan bukan daerah taklukan," Jelas aan merdeka permana, penulis novel perang bubat ketika dihubungi historia. Kisah itulah yang kemudian memantik ketegangan di antara dua kerajaan besar di jawa itu. terjadi adu senjata antara dua kubu yang membuat pihak majapahit terdesak. Salah seorang di antaranya kemudian melapor ke ibukota. Dibilangnya " orang sunda mengamuk.
Ini perang pertamanya ' ujar aan ' sementara, ketika itu para pembesar majapahit, termasuk gajah mada sedang mengadakan rapat persiapan penyambutan permaisuri negaranya. mendengar itu semua jadi panik.
Mengapa, ada apa ? kata gajah mada.
Gajah mada diberitahu kalau banyak orang majapahit yang jadi korban. Sang patih pun turun tangan dan segera membawa pasukannya ke bubat. Dia yang sudah melepas egonya untuk tak menyempurnakan sumpah palapanya dengan menaklukkan sunda, akhirnya terpaksa melakukan serangan. Inilah, yang menurut aan, kemudian dikenal sebagai peristiwa bubat.
Ini sudah hari kedua sejak rombongan kerajaan sunda datang, "katanya.
Apa yang dikisahkan aan memang sangat berbeda dari penuturan kidung sudayana maupun pararatan. Selama lebih dari 20 tahun, aan menghimpun tradisi tutur yang tersebar di tengah masyarakat jawa barat hingga lawangsumber, tepi kota surabaya, jawa timur. Dari penelusurannya didapatkan kalau gajah mada bukanlah tokoh utama yang bisa disalahkan dari sejarah resmi selama ini, " ucapnya.
menurut aan, dalam tradisi tutur didapatkan kalau perang bubat sengaja diletuskan untuk menjatuhkan sang maha patih. Bagi para elite politik di kurasi pemerintahan majapahit, gajah mada terlalu mendominasi. Karenanya, kerajaan sunda dan gajah mada sebenarnya adalah dua pihak yang sama-sama menjadi korban.
"beberapa menteri pejabat negara ingin pengaruh yang baik di depan raja. Rakyat lebih mengenal gajah mada daripada raja. Ini tak mengenakan bagi menteri lain,"jelas dia.
Sementara itu, hayam wuruk juga sudah pernah memperingatkan gajah mada. Dia akan membiarkan pahitnya itu memenuhi ambisinya menguasai wilayah-wilayah nusantara, kecuali wilayah kerajaan sunda. Bagi hayam wuruk, kerajaan itu merupakan leluhurnya. Maka, lewat perkawinan diharapkan pihaknya bisa mempererat ikatan dengan kerajaan satu keturunan itu.
"Secara ambisi kecewa, tapi dia ngerawan tulen, sebesar apapun ambisi gajah mada, baginya keinginan raja adalah keinginan negara, berbakti pada negara adalah segalanya, " Ujar Aan.
Hal itu yang kemudian menjadi senjata untuk menjatuhkan gajah mada. Dia dijatuhkan lewat sumpahnya sendiri.
" Saya memang bukan sejarawan. Saya penulis novel saja, tapi sumbernya saya ambil dari penelusuran tradisi tutur, karena jujur saja saya tidak percaya versi sejarah resmi, "ucapnya.
Apalagi, kata aan, kitab itu sebelumnya sempat dibawa ke belanda. Pada 1920, naskahnya baru kembali ke indonesia dan ditertibkan oleh filolog belanda, C.C. berg dalam bahasa belanda.
Belum lagi pada 1940-an, melalui negara pasundan beberapa orang sunda ingin memerdekakan diri dari indonesia. Adalah raden soeria kartalegawa. Bekas bupati garut yang memproklamirkanya atas bantuan belanda. Orang sunda soal perang bubut baru tahu setelah itu ( 1920, red ). Apakah ini ada benang merah atau tidak saya tidak tahu ? lanjut aan.
Sejak dulu, kata aan, selalu dipercaya jika ingin menguasai nusantara harus menguasai pulau jawa lebih dulu. Sementara, untuk menguasai pulau jawa, dua kutub kekuatannya, majapahit di timur dan sunda dibarat, harus ditaklukkan
AGEN POKER UANG ASLI
0 Komentar